Rumah
Pekan literasi Melayu dibuka dengan diskusi naskah, bahasa, dan masa depan media lokal.
Aisyah Sulaiman, pelopor kesusastraan Melayu-Indonesia modern
Dari Pulau Penyengat hingga Johor, suara Raja Aisyah Sulaiman menandai keberanian perempuan Melayu menulis perubahan zaman.
Kanal Utama
Lihat semuaSungai, pasar, dan kabar pagi yang bergerak bersama sampan
Catatan lapangan dari ruang hidup pesisir yang terus berubah.
Membaca ulang hikayat sebagai cara memahami kota hari ini
Hikayat lama memberi kosakata baru untuk percakapan generasi muda.
Media kecil, kerja teliti, dan hak warga untuk tahu
Editorial tentang kepercayaan publik dan ketekunan jurnalisme lokal.
Kehadiran Raja Aisyah Sulaiman memperlihatkan bahwa sejarah literasi Melayu tidak pernah tunggal. Ia ditulis oleh keluarga, pengembara, penyalin naskah, dan perempuan yang berani menyusun bahasa sendiri.
Baca analisisWawancara
Arsip wawancara"Kita perlu ruang yang sabar untuk bicara tentang bahasa."
Percakapan dengan pegiat literasi tentang kelas kampung, arsip, dan anak muda.
Dari pasar pagi, cerita ibu-ibu penjual menjaga rasa kampung
Bagaimana percakapan harian menjadi sumber pengetahuan lokal.